Tips Jitu Mengecek Keimanan Kita
Beberapa tempo hari yang lalu, saya sempat mendengar petuah dari pengisi kajian pekanan Career Class 2022 via zoom meeting, yaitu Mas Jundi. Beliau bertanya kepada kita yang menjadi peserta kajian,
"Apabila surga dan neraka tidak ada, apakah teman-teman tetap akan beribadah (seperti shalat, puasa, zakat dll)?"
Kami pun diam, tidak ada yang open mic atas pertanyaan dari Mas Jundi ini. Bukan takut salah dalam memberikan pandangan jawaban, tetapi pertanyaan beliau membuat kami semua berpikir panjang dan merenung. Bukankah selama ini hampir secara disengaja ataupun tidak, seluruh ibadah yang dijalani berujung doa dan harapan untuk dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari api neraka? Lalu jika kedua ini tidak diciptakan, apakah kita tetap akan beriman dan beribadah kepada Allah?
Dikarenakan kami tidak merespon, Mas Jundi pun memberikan sebuah analogi sederhana yang mudah dimengerti. Analoginya sebagai berikut... jika ada seorang anak meraih prestasi yang cemerlang di kelasnya, apa yang dirasakan oleh orangtuanya? Tentu jawabannya senang dan semakin mencintai anaknya. Lalu jika ada seorang anak meraih peringkat tiga terakhir di kelasnya, apa yang akan dirasakan oleh orangtuanya? Tentu jawabannya tetap senang dan tetap semakin mencintai anaknya.
Hal ini dikarenakan objek yang membuat orangtua itu senang dan cinta bukanlah hasil yang dicapai oleh anaknya, tetapi objeknya yaitu anaknya. Selama itu anaknya dan orangtua ini orang yang baik akhlaknya, maka rasa senang dan cinta akan selalu hadir selama anaknya berada di dekatnya, apapun yang dia lakukan.
Beriman pun harus seperti itu. Ada kesejatian iman yang harus selalu kita ingatkan ke diri, yaitu kita beribadah karena Allah. Cukup itu tanpa embel-embel pahala, dosa, surga dan neraka. Ketakutan kita berbuat buruk dan keseriusan kita menjalankan perintah akan hadir karena kita cinta Allah.
Lalu, pertanyaanya adalah.. sudah sampai mana kesejatian iman kita? Saya pun masih terus selalu memperbaiki niat dan perilaku ini, agar hati ini selalu bersemangat ketika Allah memanggil :"
Semoga di dunia yang sementara ini, menjadi tempat paling kita bersusah payah menanam amal. Amiinn..
Auto inget lagu "Jika surga dan neraka tak pernah ada" Chrisye. Terima kasih kak, tulisannya jadi reminder bangeeet
BalasHapus